BUKU - BUKU INSPIRATIF

Selamat Pagi Indonesia

Description :

SEPERTI disambar petir di siang bolong, pialaku langsung jatuh begitu saja dan pecah. Saat itu aku bukannya merasa sedih, tetapi justru ingin marah pada ayah. Aku sudah berjuang keras untuk lomba dan akhirnya menang. Namun saat hendak menunjukkan piala tersebut sebagai bukti, kenyataan yang kuhadapi justru ayah pergi selamanya.

Petikan alinea tersebut, sekilas seperti isi sebuah cerpen. Namun cerita itu merupakan sebuah kisah nyata salah satu siswa SMA Selamat Pagi Indonesia, berlokasi di kawasan Kampoeng Kidz Jalan Dieng Pandanrejo Kota Batu. Kisah nyata anak-anak SMA Selamat Pagi itu, kemudian dituangkan dalam sebuah buku.


Dalam cetakan perdana itu, kata dia, buku tersebut mendapatkan sambutan hangat dari pembaca baik yang mendapatkan dari toko buku ataupun saat datang ke Kampoeng Kidz. Kini Kampoeng Kidz, sudah berancang-ancang menerbitkan cetakan kedua dengan jumlah lebih besar. ‘’Kami sangat bangga Pak Menteri BUMN bisa berkunjung ke sini. Kedatangan Beliau ke sini, menjadi tambahan semangat kami untuk berjuang semakin maju,’’ tegas Agus.
Buku Selamat Pagi Indonesia, lebih banyak berisi testimoni para siswa. Mereka adalah siswa dalam kondisi perekonomian keluarga, yang sangat memprihatinkan. Sedangkan Yayasan Selamat Pagi Indonesia, memberikan mereka bersekolah secara gratis.


Siswa yang meraih juara dan mendapatkan ayah meninggal saat hendak menyerahkan piala, adalah Sheren Della Sandra asal Madiun. Ketika itu, ayahnya menjanjikan bakal membelikan sepeda mini bila Sheren juara lomba. Namun ayahnya keburu meninggal sebelum membelikan sepeda mini.
Dalam kisahnya, keluarganya sangat miskin setelah sang ayah wafat. Siswa tersebut memiliki tiga orang saudara, dan ibunya sendiri tidak bekerja. Untuk membeli beras saja, keluarga Sheren tidak mampu sehingga beberapa kali mendapatkan sumbangan dari orang lain.


Begitu pula untuk membayar SPP, keluarga ini juga tidak mampu sehingga Sheren memilih sekolah di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu. ‘’Semua yang ditulis di buku ini, merupakan kisah nyata,’’ pungkasnya.
Menurutnya, para siswa selama ini tinggal di asrama sekolah ketika belajar di SMA Selamat Pagi Indonesia. Kampoeng Kidz, merupakan salah satu sarana mendapatkan uang karena adanya kunjungan dari berbagai wisatawan maupun siswa-siswa yang menikmati oudbond.(feb/lyo)